Banyak yang mengatakan bahwa akulah
wanita yang mampu menahan semua amarah dan emosi dengan kesabaran penuh. Akulah
wanita yang mampu berkompromi dengan masalah. Namun jika kau tahu bahwa akulah
wanita lemah yang tidak bisa melihat luka dalam hati. Hati yang dibentuk dari
kesabaran, ketenangan dan kekuatan. Ketiga komponen itulah yang membuatku
menjadi wanita tak bergejolak terhadap masalah. Memang tidak dapat ku pungkiri
bahwa aku tidak bisa lari dari masalah, namun aku hanya bertekad untuk
menghadapinya. Setiap masalah apapun, aku hanya bisa menghadapinya dengan hati
yang kuat dan sabar karena menurutku kesabaran dan kekuatan membuatku semakin
yakin bahwa hatiku mulai menerima dengan tulus.
Rasanya ingin berhenti dan mundur
ketika aku menghadapi masalah, ketika aku merasakan lemah dan tak berdaya,
hanya Tuhan yang dapat kuandalkan. DIA adalah penguatku dan penopangku. Tanpa
kekuatan dariNya, aku bukan siapa-siapa.
Setiap menempuh jalan yang begitu
panjang dan berliku-liku, aku dapatkan sebuah ketersediaan hati yang membuatku
belajar menghadapi sesuatu walaupun itu sulit, belajar menghadapi perasaan
takut, perasaan bimbang, perasaan kacau, perasaan ditolak, perasaan tak
dianggap. Dengan hati yang ku bentuk itulah, sesuatu yang membuatku lemah dapat
kuatasi dengan baik dengan tetap mengandalkan Tuhan.
Hati yang dibentuk dengan
ketenangan, kesabaran dan kekuatan menjadi prinsip dalam hidupku. Aku tidak
pernah takut untuk menghadapi masalah. Aku tidak pernah lari dari masalah,
namun aku belajar menghadapi masalah itu.
Pasti Anda bertanya, mengapa hati
saya dibentuk oleh komponen tersebut. Jawabannya
adalah "PENGALAMAN". Pengalamanlah
yang menjadi guru dan penyebab hatiku dibentuk. Pengalaman yang membuatku tahu
dengan kehidupan di luar. Pengalamanlah yang membuatku mengerti rasanya takut,
rasanya tak dianggap, rasanya ditolak, rasanya dicuekin, rasanya tidak
diperdulikan dan sebagainya.
Hanya hati yang dibentuk melalui
pengalaman, aku bisa belajar bersikap dewasa. Bersikap memahami artinya
kehidupan. Lama kelamaan saya sadar bahwa kemampuan hati saya hanya kecil.
Jadi, untuk apa saya harus sombong dengan hati saya. Tidak ada artinya hati itu
dibentuk tanpa kuasa Tuhan, tanpa pengalaman yang luar biasa. Setiap dari kita
pasti pernah merasa putus asa dengan apa yang kita alami. Pasti pernah merasa
tak mampu lagi, pasti pernah merasa menyerah dengan apa yang terjadi. Tapi
tunggu, jangan pernah menyerah, jangan pernah merasa tak mampu, jangan pernah
merasa putus asa, namun berdirilah, tunjukkan hati yang sabar , hati yang
tenang, dan serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Itu menjadi jalan keluar
dari masalah.
Kekuatan kita tidak akan berarti
tanpa campur tangan Tuhan. Kesabaran kita tidak ada gunanya jika kita hanya
diam tak bertindak. Ketenangan kita tidak ada berarti jika kita hanya duduk
diam tanpa meminta pertolongan Tuhan.
Intinya adalah "Hati kita dibentuk melalu PENGALAMAN, hati kita diubah menjadi
hati yang tenang, kuat dan sabar. Hati kita akan mampu bekerja jika kita
mengandalkan campur tangan TUHAN."





0 komentar:
Post a Comment